Umat Islam Dengan Penyakit Wahn

Umat Islam telah mengahadapi ujian yang amat besar, setelah hancurnya kekhalifahan turki usmani tak ada lagi satupun kepemimpinan yang menyatukan barisan. Umat Islam tercerai berai bagaikan saling bermusuhan. Allah Ta’la telah mengingatkan dalam firman-Nya:

“Dan janganlah kalian berselisih yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang akan kekuatan kalian.” (QS: Al-Anfal: 46)
Jika kita boleh jujur, kondisi kita saat ini sama dengan yang digambarkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sabdanya:
“Kalian kaum muslimin akan diperebutkan oleh umat-umat lain seperti orang-orang yang memperebutkan makanan (hidangan) yang ada di hadapannya.” Kami (para sahabat) bertanya,

“Apakah dikarenakan jumlah kita sedkit pada saat itu, wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Tidak, bahkan jumlah kalian banyak. Namun kalian seperti buih di air bah, sungguh Allah akan mencabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian, dan sungguh Allah akan memasukan penyakit Wahn didalam hatimu. Kami bertanya, “Apakah penyakit Wahn itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Kondisi umat Islam ini sudah tergambar dalam hadits ini. Jumlah penduduk umat Islam termasuk yang paling besar dan akan menggeser agama kristen. Namun jumlah ini tidak akan menggeser umat Islam. Jika kita cermati tidak ada negeri muslim yang bebas dari intervensi dan konspirasi global dari musuh-musuh Islam. Sementara umat Islam sendiri sedang digerogoti penyakit akut yaitu Wahn (cinta dunia dan takut mati). Bagi orang yang mencintai dunia berlebihan dunia yang sementara ini seolah-olah akan abadi.

Padahal mereka sesungguhnya akan mati, dan tertipu oleh gemeralap dunia. Dan Allah ta’ala berfirman yang artinya:
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS: Al-Ankabut: 64)
Wahn secara bahasa artinya lemah. Umat Islam yang terjangkiti penyakit Wahn pasti akan lemah. Saat hati kita sudah diliputi Wahn tidak akan mampu menyeru seruan jihad fi sabilillah baik berjihad dengan menginfaqan harta di jalan Allah apalagi menginfaqan jiwa di jalan Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *